Kontak Kami

( pcs) Checkout

Be Smart, Pay Less Free vpn for minimum purchase of 100k
Beranda » Artikel Terbaru » The Cloverfield Paradox dobrak pakem pemasaran film Hollywood

The Cloverfield Paradox dobrak pakem pemasaran film Hollywood

Diposting pada 25 May 2018 oleh admin

Sekonyong-konyong, film ketiga Cloverfield dirilis. Dengan judul The Cloverfield Paradox, karya sutradara Julius Onah ini benar-benar mendobrak pakem pemasaran film yang selama ini dipegang teguh oleh industri Hollywood.

Trailer pertama untuk materi promosi Paradox diluncurkan pada Minggu (4/2/2018). Uniknya, hari itu pula filmnya resmi tayang.

Biasanya, kalangan Hollywood membikin dan menayangkan video cuplikan hanya untuk tujuan promosi dan membangun hype penikmat film. Itu sebabnya trailer dirilis beberapa saat sebelum film masuk bioskop.

Bahkan, dalam kasus tertentu trailer dirilis setahun lebih sebelum film tayang –biasanya film-film superhero.

Paradox bisa mendobrak tradisi itu karena film ini tidak dirilis di bioskop. Jaringan pengaliran video Netflix menjadi ajang pendaratan proyek pemasaran termutakhir ini.

Namun, jika berkaca pada dua film Cloverfield sebelumnya, hal ini tidak mengherankan. Cuplikan Cloverfield (2008) pernah disertakan dalam pemutaran perdana film Michael Bay lainnya, Transformers (2007).

Video tersebut sangat misterius, bergaya seperti video amatir dengan kekacauan di ujung trailer, menyertakan “Diproduksi oleh J.J. Abrams”, dan tanggal rilis “1.18.08” (18 Januari 2008). Sementara soal judul tak ada informasi apapun.

Setelah dirilis, Cloverfield memang bergaya seperti dokumentasi video oleh seorang amatir. Gambar video terguncang-guncang seolah menggunakan kamera handycam.

Pada 2016, sekuel berjudul 10 Cloverfield Lane juga dipasarkan dengan unik. Pada Januari, tiba-tiba trailer 10 Cloverfield Lane muncul.

Lagi-lagi, Paramount memanfaatkan pemutaran perdana film Michael Bay. Saat itu, Paramount mengejutkan para penonton dengan pemutaran perdana film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi.

Sebelum film berisi peperangan di Libya itu dimulai, diputar sebuah trailer untuk film buatan Bad Robot –perusahaan milik J.J. Abrams.

Trailer tersebut bermula seperti film dramathriller biasa, dengan bintang utama Mary Elizabeth Winstead. Namun alur trailer ini menjadi seperti film bencana dan akhirnya pada layar terungkap judulnya, 10 Cloverfield Lane.

Tak lama berselang, video ini dirilis di dunia maya.

Padahal, sebelum perilisan trailer itu tidak ada berita apapun mengenai pembuatan film tersebut. Rupanya film ini memang sengaja disembunyikan.

10 Cloverfield Lane diproduksi dengan judul samaran Valencia. Proses syutingnya sudah dilakukan di New Orleans pada akhir 2014.

Berkaca pada dua film ini, wajar jika Paradox akhirnya tidak dirilis di bioskop. Sebab, penonton yang terpengaruh hype yang dimunculkan trailer dapat langsung memuaskan hasrat penasaran mereka dengan menontonnya di Netflix.

Paradox adalah prekuel Cloverfield

Dari trailer-nya, Paradox menunjukkan koneksi dengan film pertama secara implisit. “10 tahun lalu, sesuatu datang (ke Bumi). Temukan penyebabnya.”

Jika melihat sinopsisnya, menurut ColliderParadox bakal menekankan sisi fiksi ilmiah, dibanding film pertama (genre bencana) dan film kedua (genre thriller-suspense).

Pada masa depan yang tak jauh, sekelompok astronot internasional sedang berada di sebuah stasiun angkasa luar untuk mencari cara menyelesaikan krisis energi nan masif di Bumi. Teknologi eksperimental di stasiun tersebut ternyata punya efek tak terduga, membuat tim astronot terisolasi dan harus berjuang menyelamatkan diri.

Mungkin ini berhubungan dengan bocornya kisah film ini pada 2016. Waktu itu premis cerita yang muncul kurang lebih sama, tapi dijelaskan bahwa “teknologi eksperimental” yang dimaksud adalah mesin akselerator partikel.

Kala itu film ini disebut-sebut berjudul God Particle. Maksud “partikel Tuhan” adalah partikel Higgs Bosson memungkinkan massa benda seperti Tuhan menciptakan dunia. Partikel ini ditemukan oleh para ilmuwan melalui mesin raksasa bernama Large Hadron Collider, mesin buatan Organisasi Riset Nuklir Eropa kurun 1998 hingga 2008.

Pada saat mesin ini dibuat dan akhirnya terwujud, sempat ada kekhawatiran bahwa efek buatannya bisa bikin dunia kiamat. LHC ditakutkan dapat “melahirkan” lubang hitam yang mampu menelan semua benda di sekitarnya, termasuk planet Bumi.

Nah, Paradox tampaknya bermain dengan tema tersebut dan tentunya akan dihubung-hubungkan dengan kisah kedua film pendahulunya.

dikutip dari https://beritagar.id/artikel/seni-hiburan/the-cloverfield-paradox-dobrak-pakem-pemasaran-film-hollywood

yuk beli akun resmi berkualitas hanya di www.radionshop.com

Bagikan informasi tentang The Cloverfield Paradox dobrak pakem pemasaran film Hollywood kepada teman atau kerabat Anda.

The Cloverfield Paradox dobrak pakem pemasaran film Hollywood | Radion Shop

Komentar dinonaktifkan: The Cloverfield Paradox dobrak pakem pemasaran film Hollywood

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 150.000
Ready Stock / A-21
Rp 100.000
Ready Stock
SIDEBAR